Divusi | IT Satisfaction Provider

Bandung (Detik.com) - Salah satu pemenang tender pengadaan perangkat TI KPU, PT Lapi Divusi, menampik kalau ada main mata dengan orang dalam KPU. Bahkan untuk menyanggah tuduhan tersebut, mereka malah berharap ‘dikuliti’ alias diaudit.

Dikatakan Iwan Ahmadi, Business Operation Division PT Lapi Divusi, pihaknya menyayangkan pandangan miring segelintir orang yang menganggap ditetapkannya PT Lapi Divusi sebagai pemenang tender tak lain karena ‘ada permainan’ dengan orang-orang KPU.

“Kenapa siy dengan dana Rp 1,8 miliar itu kita dibilang ada main dengan KPU. Kami siap diaudit, kami lebih senang malah. Biar clear masalahnya bahwa kami tidak meng-mark up harga sampai berlipat-lipat dari harga yang ada di pasaran,”tegasnya kepada detikINET di kantornya, Senin (13/4/2009).

Iwan menjelaskan, KPU sejatinya menganggarkan pagu sebesar Rp 2,3 miliar untuk menyediakan server sekaligus untuk perawatannya. Nah, dalam implementasinya, ada empat perusahaan yang ikut serta dalam tender tersebut.

PT Lapi Divusi sendiri menawar dengan harga kedua terendah, yakni Rp 1,8 miliar, sedangkan tawaran terendah dipegang perusahaan asal Jakarta sebesar Rp 1,67 miliar. Dua peserta lainnya ada HP Indonesia dan HP Service Center.

“Untuk porsi pembelanjaan Rp 650-700 juta untuk membeli sparepart, Rp 250 juta untuk technical support, dan maintenance Rp 150 juta,” tukas Iwan.
( ash / faw )

Artikel terkait :

1. Dimulai dari tulisan dari detikinet yang mempertanyakan untuk apa dana pemeliharaan server KPU sebesar Rp.1,8 Miliar… - ngoceh.wordpress.com

2. KPU sudah disarankan untuk membeli server baru …- vivanews.com

Jakarta (Detik.com) - Perusahaan pemelihara server KPU, PT Lapi Divusi, menyatakan server KPU yang diupgrade olehnya sebenarnya sudah sangat cukup. Kalaupun sistem tabulasi pemilu ngadat, bisa jadi karena koneksi tersendat atau pengaturan jadwal data yang masuk.

“Sebenarnya semua mesin sudah optimal, jadi siap dioperasikan. H-3 itu sudah siap dioperasikan. Hanya saja mungkin ada problem lain misalnya dari sisi aplikasi, perencanaan, dan koneksinya tersendat,” kata Penanggungjawab Pekerjaan Pemeliharaan Data Center KPU PT Lapi Divusi, Iwan Ahmadi.

Hal itu disampaikan dia ketika berbincang dengan detikcom, Senin (13/4/2009).

Iwan mengatakan, KPU mempunyai 23 server Hewlet Packard (HP) proliant dengan 2 processor Intel xeon. Server ini dipakai untuk aplikasi dan basis data. KPU juga mempunyai 4 server itanium yang berkemampuan lebih dibandingkan HP, serta 2 storage.

“Ceritanya server-server itu sudah lama. Itu kemarin dioptimalkan lagi dengan pengadaan beberapa sparepart. Sistem operasinya diaktifkan kembali,” kata Iwan.

Menurut Iwan, selaku pemenang tender pemeliharaan server, Lapi sebenarnya sudah mengusulkan kepada KPU agar mengganti semua server dengan yang baru. Akan tetapi administrasi aset di Indonesia memang cukup merepotkan.

“Memang kembali ke aspek legal administrasi di Indonesia. Itu barang negara kan nggak boleh sembarang diganti atau dihanguskan. Seperti halnya mobil milik pemerintah, kalaupun rusak ada laporannya juga kan?” pungkasnya. ( irw / nrl )

FaceBook: All in One (?)

Sudahkah anda memiliki account di FaceBook? Kalau belum silahkan buat, tetapi jangan sampai anda ketagihan bahkan kecanduan, lho.

Seorang teman saya yang aktif di dunia IT saat ini sudah malas mengecek e-mailnya di Yahoo! Bahkan di messenger pun tidak pernah terlihat. Invisible. Katanya, beliau hanya menerima dan membaca pesan melalui fasilitas Inbox yang disediakan oleh FaceBook. Cuma mau messenger-an melalui fitur Online Friends yang ada di pojok kanan bawah.

So, why? Kenapa, sih begitu tergila-gila dengan FaceBook? Apakah semua yang dibutuhkan sudah terpenuhi dengan satu account saja di situs Social Networking itu? Apakah saat ini e-mail sudah tidak lagi diperlukan? 

Bila kita menelusuri FaceBook (FB) lebih mendalam, dapat kita lihat bahwa FB hampir menyediakan semua. Segala hal yang berguna untuk kepentingan komunikasi, baik antar keluarga, teman, sejawat, kerabat bahkan rekan bisnis. Pun orang yang tidak atau belum dikenal secara baik.

Sebut saja fitur-fitur itu diantaranya adalah Profile diri (biodata, pendidikan, pekerjaan, status), Friends (daftar teman-teman dan rekan-rekan), Inbox (mengirim dan menerima pesan), News Feed (apa saja yang dilakukan teman dan rekan saat ini), Status, Photos, Link, dan Feeds. Selain itu terdapat fitur Requests, Invitations, Updates, Applications, Invite Friends, Birthdays dan People You May Know, yang membuat saya sering menemukan teman lama saya sewaktu di SMP/SMA dengan tool ini. Thanks to you. 

Di bagian bawahnya terdapat fitur Page Manager, Photos, Groups, Events (agenda kegiatan), Marketplace (iklan jual beli) dan Online Friends (untuk chatting). Tidak lupa juga ada fitur Notes yang sama fungsinya dengan blog atau catatan jurnal sehari-hari. Benar-benar All in One, tidak? 

Dengan adanya seluruh fitur yang ditawarkan FB itu, saya bertanya-tanya apakah kita masih memerlukan yang lain? Seperti Yahoo! Mail, GMail, Blogspot, Wordpress, Flickr,  Friendster, LinkedIn, Plurk atau situs web yang menawarkan hal yang sama dengan fitur-fitur yang sudah tersedia di FB. Saya sendiri, yang sudah memiliki beberapa account di situs-situs web tersebut, jarang sekali mengaksesnya. 

FaceBook telah menjadi candu di kehidupan sehari-hari. Tiada hari tanpa FB. Saat mobile pun tetap berusaha mengakses FB. Ingin punya BlackBerry juga dengan alasan agar bisa selalu online di FB. Bagaimana menurut anda?  

FreSh’s Technopreneur

FreShFreSh (Freedom of Sharing) merupakan acara pertemuan bulanan yang diprakarsai oleh Pitra Satvika dan Catur PW dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk saling berbagi pengalaman, motivasi dan ide dalam dunia IT, industri Creative, Multimedia dan sebagainya. FreSh kali ini merupakan yang ke-enam setelah sebelumnya dilaksanakan di berbagai tempat berbeda di wilayah Jakarta. Setiap bulannya FreSh dihadiri oleh rata-rata 30-50 orang. Divusi sendiri mengirim satu orang perwakilan untuk menghadiri acara ini.

Pada hari Kamis, 29 Januari 2009 yang lalu FreSh digelar di restoran Es Teler 77 Kebayoran Baru dengan menghadirkan pembicara Bullit Sesariza (A-Box), Yoris Sebastian (OMG), M. Ilman Akbar dan Kuncoro Wastuwibowo. Acara kali ini disponsori oleh Indopacific Edelman yang bergerak di bidang Creative Marketing.

Sebagai pembicara pertama adalah Bullit yang membawakan materi Games Development. Beliau menceritakan perkembangan industri games di Indonesia dan strategi pembuatannya. Lulusan Arsitektur Unpar ini berkolaborasi dengan pihak lainnya dalam hal programming dan desain visual kreatif games yang akan dibuat. Satu hal yang perlu diingat, yaitu pembuat games harus memiliki ‘Passion’ bahwa semua orang adalah gamers.

Setelah itu tampil Yoris Sebastian yang mempresentasikan materi “Technopreneur”. Technopreneur merupakan singkatan dari kata Technology dan Entrepreneur yang bermakna pengusaha yang melakukan bisnis di bidang teknologi atau dengan memanfaatkan teknologi khususnya IT. Seseorang dapat menjadi technopreneur dengan syarat memiliki jiwa kreatif, inovatif dan konsisten serta  berkolaborasi dengan yang lain. Yoris juga mengungkapkan bahwa ada beberapa situs online yang dibuat secara kreatif untuk memenuhi keperluan komersial. Contohnya “dr.m” yang diciptakan untuk memasarkan musik secara digital di Indonesia.

Pembicara selanjutnya adalah Kuncoro Wastuwibowo (http://kun.co.ro). Beliau membawakan presentasi mengenai Service Delivery Platform (SDP). Teknologi maju setingkat dengan UMTS dan IMS. Di Indonesia sendiri, teknologi HSDPA dan Broadband sangat populer di masyarakat umum.

Acara FreSh diakhiri dengan presentasi dari Ilman Akbar mengenai hal-hal yang diperoleh dari event Wordcamp Indonesia bersama Matt Mullenweg, pendiri WordPress. Kemudian ditutup dengan beberapa kesimpulan oleh Ramya yang salah satunya adalah “Creativity is the Key”. Setelah itu, diwarnai dengan foto-foto bersama peserta FreSh malam itu yang mencapai jumlah 70 orang dari 136 orang yang sudah konfirm.

Marketing…

Apa itu marketing?
Sedikit belajar lagi tentang marketing untuk kesuksesan hidup…

Apakah Marketing Itu?

- Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampirinya dan berkata, “Aku adalah orang kaya .. menikahlah denganku.” Itu adalah DIRECT MARKETING.

- Jika anda berada di sebuah pesta dengan kawan-kawan anda dan bertemu dengan seorang gadis cantik. Salah seorang kawan anda menghampiri gadis itu dan berkata, Lihatlah pria itu (sambil menunjuk anda) . Ia sangat kaya, menikahlah dengannya.” Itu adalah ADVERTISING.

- Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampiri dan meminta nomor telponnya. Keesokan harinya anda menelponnya dan mengatakan, “Hi .. aku sangat kaya, menikahlah denganku.” Itu adalah TELEMARKETING.

- Anda tengah berada d sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Anda membetulkan dasi, berjalan ke arahnya dan menawarkan minum. Anda membukakan pintu untuknya saat mengantar pulang dan berkata, “Aku sangat kaya, maukah kau menikah denganku?”.
Itu adalah PUBLIC RELATIONS.

- Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Ia berjalan ke arah anda dan mulai merayu, “Kau sangat kaya rupanya.” Itu adalah BRAND RECOGNITION.

- Anda berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Anda mendekatinya dan berkata, “Aku sangat kaya, menikahlah denganku. “Lalu ia menampar muka anda, itu adalah CUSTOMER FEEDBACK alias COMPLAINT