Bahan Bakar Dari Air…?? Kenapa Tidak…
Jun 7th, 2008 by benny
Kali ini, bahasan yang ingin saia sampaikan tidak terkait dengan Teknologi Informasi atau Teknologi Komunikasi. Tapi gara-gara kedua teknologi itulah, saia menemukan artikel di Internet dan tertarik untuk mencobanya. Topik bahasan kali ini berkaitan dengan dunia Otomotif, yang secara langsung maupun tidak langsung, dipicu oleh kenaikan harga BBM…
Dalam beberapa milis Otomotif yang saia ikuti, belakangan ini banyak dibahas tentang Bahan Bakar dari Air. Dari Air…?? Yang bener… mana mungkin…?? Pinjam istilah Pak Riza: To Good To Be True. Tapi setelah saia pelajari lebih lanjut, ternyata It’s True dan Good. Walaupun tidak murni “hanya” dari air, tapi dengan cara ini konsumsi BBM bisa sangat dihemat… Beberapa teman Milis yang sudah mengaplikasikan, bisa menghemat dari sebelumnya 1:8 menjadi 1:22. Kalo ini masih perlu dibuktikan dulu kebenarannya.
Dari beberapa situs antara lain: www.water4gas.com, en.wikipedia.org/wiki/Oxyhydrogen_flame, wasserwagen.blogspot.com dan beberapa lainnya, saia mendapatkan bahwa ternyata melalui suatu proses Elektrolisa, komposisi kimia Air yang tadinya H-O-H bisa diubah menjadi H-H-O. Dan karena komposisi ini tidak stabil, maka akan berubah lagi menjadi H-H dan O-O. H2 dan O2: Hydrogen dan Oksigen. Kalau Hydrogen dan Oksigen ini disuntikkan ke dalam ruang bakar, maka “ledakan”-nya akan semakin kuat, dan hasil pembakaran menjadi semakin bersih karena tidak ada Bensin yang tidak terbakar. Jadi, selain menghemat BBM (karena tenaga yang dihasilkan lebih besar), juga mendukung Udara Bersih dan Anti Global Warming. Sangat menarik…
Yang lebih menarik lagi, ternyata “ilmu” ini adalah Open Source. Siapa saja boleh mengembangkan dan membuatnya, tanpa khawatir kena tuntutan Undang-Undang Hak Cipta…
Sejak itu, setelah lewat jam 5 sore (after office hour… emang di Divusi ada yha?), pelan-pelan saia mulai membangun “Reaktor Hydrogen“.
Mulai dengan jalan-jalan ke toko perabotan rumah tangga (kaya ibu-ibu…), nyari Bejana berbentuk Stoples sebagai tempat reaksi. Akhirnya dapat di Index-IBCC, seharga Rp. 49.900,- Kebetulan pas lewat ACE Hardware, ketemu kran Stainless Steel, yang sejatinya untuk selang udara Aquarium. Harganya: Rp. 8.500,-. Bahan lainnya yaitu Acrylic, dapet di Gudang Divusi, sisa-sisa bikin Casing Wind Telemetry dulu… Lengkap sudah sebagian bahan bakunya.

Kebetulan, beberapa waktu lalu Divusi kena “Aliran”. Listrik mati. Sebagai kantor yang hidupnya salah satunya tergantung pada Listrik, tidak banyak yang bisa dilakukan karena seluruh komputer mati. Daripada ngejailin orang, lebih baik mulai mengerjakan Reactor. Acrylic dipotong, digergaji, diamplas, selesai dech…

Selanjutnya, bikin Elektroda. Sepanjang sisi Acrylic diberi lubang-lubang, berjarak 1 cm antara satu dengan lainnya. Melalui lubang-lubang tersebut, dililitkan 2 utas Kawat Stainless Steel yang dibeli di Gang Suniaraja, seharga Rp. 2.000,- semeter. Beli 4 meter, masih lebih 50 cm. Kawat pertama melewati lubang 1-3-5-7 dst, sementara kawat yang lain melalui lubang 2-4-6-8 dst. Prinsipnya, antara kawat yang satu dengan yang lain tidak boleh terhubung langsung.
Pemasangan Elektroda ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Perlu waktu 2 hari penuh untuk melakukannya, ditambah jari kapalan dan berdarah-darah tertusuk kawat. Tapi hasilnya:

Bagus bukan…??
Pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan Kran dan terminal listrik, yang selanjutnya akan dihubungkan dengan kawat. Pekerjaan ini dilakukan di rumah, sepulangnya dari Divusi (minta ijin lebih cepat dari biasanya…).
Setelah Kran dan Terminal terpasang pada tempatnya, dibuat juga beberapa lubang tempat lewat Gas hasil reaksi. Selanjutnya terminal dengan kawat dihubungkan melalui Kabel.

Selesailah pembuatan Reactor Hydrogen-nya…
Setelah menunggu Week End dengan tidak sabar, akhirnya sampai juga kesempatan untuk instalasi di VW Kodok Putih… Reaktor dipasang di dalam Kompartemen mesin sebelah kanan. Hanya di sanalah ruang kosong yang tersisa.
Dari Kran dipasang selang Vacum langsung ke Manifold Carburator. Terminal listrik dihubungkan dengan Ground dan Accu, melalui pelindung Sekering.

Setelah Reaktor terpasang kuat pada tempatnya, selanjutnya adalah pengisian Air. Air yang digunakan adalah air suling, supaya tidak ada endapan sisa reaksi. Sebagai katalisator, digunakan Soda Kue. Soda Kue ini dibeli dari Warung Tetangga, seharga Rp. 800,-. Murah sekali…??
Sampailah pada tahap yang cukup bikin keringat dingin: Menghidupkan mesin. Sebelum mesin dihidupkan, kran ditutup dulu. Kondisi ini sama dengan kondisi awal, dimana hanya Bensin dan Udara yang masuk ke dalam ruang bakar.
Cekk, brum… mesin hidup. Dalam reaktor terlihat Gas Hydrogen yang berwarna Coklat. Karena warna inilah maka di beberapa situs disebut sebagai Brown Gas.

Pelan pelan kran dibuka. Putaran mesin meningkat, dan lebih rata dari sebelumnya. Asap knalpot tidak berbau menyengat, dan tidak bikin perih mata. Fiewh… paling tidak, nggak meledak.
Test jalan, hasilnya: Pada kecepatan rendah, tidak terasa bedanya. Tapi pada kecepatan yang lebih tinggi, terasa sekali bahwa tenaganya bertambah. Pada saat dipaksakan melalui jalan menanjak dengan gigi tinggi, tidak ada gejala “nglitik”…
Konsumsi bahan bakar belum bisa dipastikan, karena harus dicoba beberapa hari…
Kalau memang performa-nya meningkat, bahan bakar semakin irit, kira-kira… boleh nggak yha diaplikasikan di mobil Divusi…??
Foto diambil dengan menggunakan Blackberry White Pearl (yang Camera-nya nge-Bug)





Mantaap.. setelah itu dipasang alat inverter/converter DC - AC buat jaga2 kalau listrik mati. Hemat banget
Menarik, keren…
Pak, alatnya masih dipasang sampai sekarang ato ga ni? trus gimana hasilnya, apa sudah kerasa ada peningkatan dan tambah irit? Accumulatornya (AKI) bagaimana, tekor ga ni…kan terhubung terus ke alat…
Alatnya masih terus terpasang sampai sekarang. Peningkatan performa yang sangat terasa di tenaga dan mesin menjadi lebih rata dan halus. Tidak ada gejala “knocking” kalau dipaksa jalan dengan gigi tinggi…
Soal konsumsi Bensin, belum bisa dilaporkan karena belum valid. Kemarin-kemarin sempat terjadi beberapa masalah sehingga mobil sempat jalan tanpa pasokan Hidrogen dan Oksigen dari alat itu.
Accu nggak tekor, karena alat itu hanya berfungsi pada saat mesin hidup. Dipasang ke catu daya yang hanya hidup kalau kontak hidup.
Ternyata… untuk menempuh jarak 70 Km, butuh air sekitar 250cc… Boros air juga. Hehe…
waah bagus juga tuh, belom ada yg nyoba di kendaraan lain ya Pa?
yang lebih utamanya kan konsumsi bahan bakar, jadi mungkin perlu lebih diperhatikan tu Pa. Kalo mau, kerja sama sama kita2 Pa… bisa nguji performa dan konsumsi bahan bakar…sekarang kan lagi trendnya penghematan BBM.
Saia bukan yang pertama mengaplikasikan alat ini. Kalau browsing, sudah banyak koq yang pakai, mulai dari mobil kecil, diesel sampai truk. Kalau mau liat kendaraan apa saja yang sudah mengaplikasikan ini di Indonesia, bisa liat di: wasserwagen.blogspot.com
Hallo Mas
Saya sudah buat alat tsb seperti anda, namun selalu putus terus bagian catudayanya entah kenapa yah ? kalau mas nggak keberatan saya boleh lihat di alamat anda, bisa kirim via e-mail saya kalau nggak keberatan nugraha@vsi.esdm.go.id, saya juga berdomisili di bandung. Thanks.
Kelihatannya kedua kawat yang anda pasang saling terhubung sehingga “korslet”…
Kedua kawat tidak boleh terhubung. Jadi, satu kawat dialiri arus Negatif, kawat yang lain Positif. Di dalam air, kedua kawat itu menjadi Elektroda…
Kalau mau lihat, silakan mampir ke kantornya Divusi saja, Jln. Kyai Gede Utama No. 12 Bandung. Mobil itu hampir selalu saya gunakan ke kantor koq…
Sekarang ini, selain dapat “Nafas Baru” dari “Rector Hydrogen”, si VW Putih juga dicekokin “minuman energy” berupa Bio Ethanol…
Hasilnya, tekan gas sedikit, wuzzzz…. langsung mabur…
Dan yang lebih penting lagi, dari hasil penelitian, gas buang sisa pembakarannya lebih ramah lingkungan.
Om, mungking gak kalo air boros disebabkan oleh elektroda yg kebanyakan. Jika kita ngebut pasti tengangan akan meningkat shg elektroda lbh banyak reaksi shg air cepat habis. mungkin ?
maaf ketinggalan , Om benny tinggal dimana, kalo bisa aku mau lihat mobilnya dong yg udah diplikasikan , THX’s
aplikasinya cuma buat mobil aja ya?
bisa buat vespa ga? soalnya kerasa juga hari2 pake vespa… kali aja si semok tambah ngacir hehehe
btw, ini konsepnya blue energi bukan yah? kalo bener , bikin bukunya aja sekalian om…hehee
mantaaaaap pak.
Mantab pak..
jadi mau coba untuk install di VW combi saya..
gak ada yang dijakarta ya pak ?
btw ini bisa di pake buat membuat motor2 2tak lebih ramah lingkungan ga ya?
dalam 1 tabung bisa diisi brp cc? soda kue nya berapa banyak? kalo nambain air, soda kuenya jg ditambain?
nambah .. ini kan proses hydro oksida kan? pengaman supaya hydroxyda ini ga meledak apa? kan ktnya hydroxyda ini highly explosive
Kalo boleh tau, perbandingan komposisi air dan Soda Kue berapa banding berapa yah ?
Trus, kan ada lubang “pernapasan” buat reaksinya yah ? (yang lubang kecil² di tutup toplesnya), itu ada ketentuannya ga ?
Thanks
Setelah browsing di beberapa situs, ternyata konsentrasi Soda Kue dalam Reaktor mempengaruhi Jumlah Hidrogen yang dihasilkan. Sejalan dengan itu juga mempengaruhi Konsumsi Listrik. Semakin pekat larutan, semakin banyak Hidrogen yang dihasilkan, tetapi juga semakin memberatkan Accu.
Saya menggunakan campuran 1 sendok teh Soda Kue untuk 1 liter Air Destilasi. Itu sudah cukup buat memasok ruang bakar 1600cc.
Untuk penambahan, cukup air saja, tidak perlu lagi menambah Soda Kue.
@Adi:
Itu bukan lubang pernafasan. Itu tempat lewatnya Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) hasil reaksi, yang kemudian akan disedot oleh Karburator melalui selang. Tidak ada ketentuan untuk itu. Saya sengaja tidak membuat banyak lubang, tujuannya supaya sekaligus bisa berfungsi sebagai penghambat Air masuk ke Karburator/ Ruang Bakar.
Om ben, mungkin yg dimaksud om Adi tu yg lubang2 tu2p toples, klo lubang2 ada trus hydrogen dah product pa gak bahaya, lagian percuma donk product klo ndak di pakai semuannya buat inject ke ruang bakar.
pak, menurut keterangan diatas 250 cc dapat digunakan 70 km. bgmn dengan perjalanan diluar kota apakah kita harus berhenti dulu tuk mengisi air? bgmn klo kehabisan air? apa efreknya pak?
maaf ketinggalan, pak saya lihat difotonya ada lubang2 kecil fungsinya apa? trus berarti yang diambil ini hanya uapnya aja ya pak?
gmana om ut komposisi air sama soda kue?
@tiag:
Sebenarnya, tutup bejana yang saya gunakan bagian tengahnya berrongga. Jadi, ada lapisan atas dan lapisan bawah. Lubang-lubang kecil itu adanya di lapisan yang bawah, yang langsung berhubungan dengan tabung. Jadi, gas Hydrogen hasil reaksi akan masuk ke rongga melalui lubang-lubang kecil itu, tetapi tidak lepas ke udara. Gas yang sudah berada dalam rongga itulah yang selanjutnya akan dihisap melalui Kran, dan disuntikkan ke dalam ruang bakar.
@prasetio:
Saya belum pernah menggunakan mobil itu untuk perjalanan jauh, jadi belum bisa memastikan apakah di perjalanan perlu mengisi air atau tidak. Kalau kehabisan air, sistem tidak lagi memproduksi gas hydrogen. Pembakaran mobil kembali seperti semula, sebelum sistem ini dipasang. Jadi harusnya tidak menimbulkan masalah.
hehehe sorry postingya trnyata udh tjawab
om ben utk bejana harus yang dari kaca/glass? gmana kalo plastik
pak benny, bisa tolong dijelaskan untuk kelistrikannya ngambil dari mana? trus untuk gas H2 dan O2 di injeksikan ke mana?
tertarik banget buat bikin .. tapi gak punya skill teknis … berniat untuk membuatkan dan menjualnya ??
untuk mobil taruna 1600cc …
Hallo Boz benny..ini sama dengan Wi ya ? (water Injection)
Sebulan lalu aku beli di bengkel cikutra, dipasang ke mobil Eterna 2000cc, pake methanol ( beli di kosambi 7000/liter). tabung nya pakai botol jus jeruk kapasitas 2 liter.
Penghematan cukup terasa, BDG-JKT PP tadinya 300rb (setelah naik BBM), sekarang hanya 150rb, he..he..lumayan dah, makin sering hunting ke jkt jadinya…, trus mesin jadi adem, (Adem beneeerrrr HAH)
@ucox : ini beda dengan Water Injection .. di water injection, air di-injeksi-kan kedalam ruang bakar masih dalam bentuk air.. kalo ini, air (dengan tambahan katalis baking soda) dirubah direaksikan sehingga bisa mendapatkan Hidrogen yang kemudian dimasukkan kedalam ruang bakar…
om benny
boleh tahu spek kawat stainless steel-nya, diameter berapa mm?
n’ terminal-nya pake mur-baut biasa saja-kah?
thanks
@ Ucox :
Proses WI & HHO pada prinsipnya sama yaitu memasukan H2 + O2 kedalam ruang bakar, di mana H2 & O2 ini didapat dari air (H2O), yang berbeda adalah cara proses mengurai H2O untuk menjadi H2 & O2.
Pada proses HHO, H2O diurai dengan cara atmospirik melalui reactor dimana output dari reactor yang masuk ke ruang bakar hanya murni H2 & O2.
Pada proses WI, H2O diurai menjadi H2 & O2 dengan cara dipadatkan dan semprotkan dalam bentuk kabut kedalam ruang bakar.
Pada sistem WI kualitas air sangat menentukan, karena apabila kandungan airnya mengandung unsur-unsur lain seperti FE, Na, Ca, dll. maka unsur tersebut akan ikut masuk kedalam ruang bakar dan akan membentuk deposit di dalam ruang bakar.
Sementara pada sistem HHO karena menggunakan metode eletrolisasi maka unsur tersebut akan mengendap dalam reactor dan tidak terbawa masuk kedalam ruang bakar. Endapan yang ada dalam reactor dapat dibersihkan saat kita mengisi air (H2O) kembali.
saya mau tanya pak,
waktu pake gas ini, apa bensin juga dibutuhkan, pak?
terima kasih atas jawabannya
Wuih… comment-nya banyak yha. Ternyata banyak yang tertarik untuk menjaga lingkungan sekaligus menghemat pemakaian BBM…
@Erwin: tidak ada aturan yang menentukan ukuran kawat. Semakin besar, semakin baik, tapi juga semakin susah memasangnya karena kaku. Saia menggunakan diameter 1.2mm.
@H3NDY: Terima Kasih atas penjelasannya. Apa yang anda sampaikan itu benar sekali. Jadi, menurut hemat saia, lebih aman Hydrogen Reactor daripada mennyemprotkan air ke dalam ruang bakar. Terlalu banyak jangan-jangan malah terkena efek “Water Hammer”.
@suradi: Bensin tentu saja masih dibutuhkan. Alat ini hanya berfungsi menghasilkan Hidrogen dan Oksigen, sebagai Suplemen Bahan Bakar.
Oom Benny yth, setelah sekian lama meggunakan alat ini, bagaimana mengenai konsumsi BBM nya si Kodok putih? ada penghematan kah..?
Penting sekali itu oom, kalau belum ketahuan, kami (saya terutama) mengharapkan dilakukan uji coba dong oom…. biar gak penasaran lagi nih.
Makasih banyak yaa…. saya appreciate banget sama kebaikan oom Benny untuk sharring pengetahuan dan pengalaman ini… mudah-2an sukses selalu ya oom…!!
Pak, pemakaian bbm nya gimana? Bener makin irit? Jadi pengen buat nih, kalo tegangannya dikasih inverter biar keluarannya jadi ac gasnya kira2 lebih efesien gak ya? Thx
um benny .. motong kawat baja-nya pake apa ya ??
Selamat pagi Pak Benny,
Mau nanya Pak
1.Gimana cara menyambung kabel catu daya bejana ke Accu supaya hanya “on” (alat bekerja) saat mesin hidup saja?
2. Apakah Bapak membor saluran intake manifold, sebagai saluran H2+O2 ke mesin?
Thanks…Pak
um benny nanya lagi .. punya um gak pake bubbler ya ?? terus untuk mencegah back-fire pake apa um ?
water suction.
apa yg bpk alamisampai habis 250cc utk 0km adalah water suction. banyak cara mengatasinya, salah satunya membuat bubble safety hose, namun akan menghasilkan bubble hasil suction dr udara luar.
bisa dengan menggunakan jarum injeksi dipadu dengan cannister kecil tempat pnampung sementara HHO.
bila jarum injeksi tdk didpt, bs pake pengatur udara jarum infus atau aquarium, di toko aquarium or ace h/w ada dijual.
bisa lagi bpk pasang T koneksi dengan check valve yg terhubung dgn fiter bensin motor.
klo bpk tdk dpt melakukan hal2 tsb, sebaiknya HHO dimasukkan ke filter udara atau di T ke PCV yg dikombinasi dengan sludge jar.
water yg bpk konsumsi itu lebih besar dari water utk water injection.
hati2, spy tdk termakan KOH krn air yg masuk sdh ber-KOH.
bagust
Sedikit bagi info..
@Syukron
1. Kelistrikan menggunakan relay & diambilkan dari posisi kontak “On”, maka alat akan bekerja pada saat mesin hidup saja.
2. Saluran Intake Manifold mobil kebanyakan bisa pakai lubang vakum yg tidak dipakai, jika tdk ada bisa ditambahkan “T” pada saluran vakum yg terpakai. Sedangkan utk motor biasanya motor2 baru sudah ada saluran vakum pada intake manifold, sedangkan motor2 lama dan merk tertentu “terpaksa” harus mengebor intake manifold.
Sedikit bertanya ….
@Benny
Saya sudah menerapkan sistem HHO seperti punya anda, tapi saya menggunakan cara seperti skema di link di bawah ini
http://www.detiknews.com/images/content/2008/05/28/10/skemaoke.jpg
bedanya adalah di bentuk elektroda & saya tdk menggunakan sekat acrilyc yg ada di dalam bejana itu (yg kelihatan seperti “+” kalau dari atas), pertanyaan saya…. sebenarnya sekat acrilyc itu gunanya buat apa ? apakah ada fungsi tertentu yg signifikan dari sekat tersebut dibandingkan dengan punya saya yg tanpa sekat & bentuk elektroda hanya berupa lempengan/pipa stainless seperti pada gambar skema tersebut ?
Thx
maaf… saya posting sekali lagi….
ada yg masih mengganjal di benak saya…
Pertanyaannya sbb:
“Apakah system ini bekerja efisien untuk menghemat bensin pada mobil dengan system injection ?”
kalau dipikir2.. bukankah mobil dengan system injection menggunakan ECU utk mengatur banyaknya supply bahan bakar dan udara ke ruang bakar ? jadi bukankah supply BBM yg dikeluarkan utk pembakaran akan tidak berubah banyaknya meskipun dipasangi system HHO ini ? jd tidak terjadi penghematan BBM ?
mohon infonya …
thx
Kenalin nama saya fitra di jakarta pusat…trims banget atas info tenaga air ini…terutama om-om yang ada disini pada yakin akan manfaat dan tindakan nyata utk mengaplikasikannya…saya yakin masih banyak yang memerlukan tindakan nyata namun belum punya waktu utk merealisasikannya sehingga diperlukan entrepreneurs utk menjembatani antar permintaan dan penawaran sehingga terciptalah pasar ini…tentu saja disini sebagai entrepreneur bukan ditekankan pada sisi margin saja tapi pada niat baik hemat BBM biar bisa bantu pemerintah (dalam tindakan real) kurangi subsidi mending buat yang betul2 berhak dan kita tidak lagi jadi Budak harga BBM lg, tentu saja sebagai entrepreneurs pasar baru ini hanyalah menukar ide gagasan ini, material, tenaga, waktu, lisensi (kalo ada), biaya distribusi, biaya promosi (kalo ada) agar permintaan dan penwaran berjalan seimbang sehingga dapat menjadi win-win solutions…saya bersedia sebagai penjual alat ini (bila sudah ada alatnya;-) dan layak terutama utk pangsa pasar sepeda motor atau mobil atau bahkan genset listrik pabrik/rumah)…dan utk modal saya yakin utk biaya promosi saya bisa dan diperlukan niat baik dari entrepreneurs lain mewujudkannya dalam TEAM ENTREPRENEURSHIPS seperti Om-Om pemilik Ide ini, pemilik material, pemilik modal kerja, pemilik workshop, pemilik semangat, pemilik niat kerjasama dll…semoga bisa terjadi utk mencreates this new market…i hopes it the best…
Salam Hangat,
Fitra
http://Go-Investor.com/?id=mfitra
Mas, beli kawat stainless ditoko apa? yg biasa jual.
salam kenal
Maryanto
Surabaya
[…] tambahan : http://www.divusi.com/ http://cetak.kompas.com/ http://www.kompas.com/ http://bahanbakarair.com/ […]
saya sudah mencoba alat seperti yang di buat oleh divusi dam kebetulan saya mencoba di motor saya yamaha alfa th 1990 ternyata bisa dan lumayan hemat dari semula 1 l:27 km bisa menjadi 1l :50 km
@Tirta:
Terima kasih sudah membantu menjawab. Tentang Acrylic, saya membuat seperti itu karena saya menggunakan Kawat, bukan lempengan seperti yang anda gunakan. Jadi, Acrylic itu tadinya hanya berfungsi sebagai Penyangga Kawat, supaya tidak saling bersinggungan…
Dalam perjalanannya, ternyata sekat itu punya fungsi lain. Karena air dalam bejana jadi terbagi-4 dalam “kamar-kamar”, kalau terjadi guncangan, air tidak sampai masuk dan terhisap oleh selang karena sedikit ter-redam. Karena itu, saya selalu menggunakan model ini…
Sebenarnya, pada saat saya belanja kawat, ada beberapa alternarif lain. Yang paling menarik adalah “Kasa” dari bahan Stainless Steel. Harusnya, itu lebih sederhana. Tapi sementara ini belum sempat melakukan percobaan lain…
Soal penggunaan ini di mobil Injeksi, saya sudah memasangnya di Mercedes 280E tahun 1986 dan juga di Mercedes E320 tahun 1991. Kedua mobil ini sudah menggunakan sistem Injeksi, tidak lagi menggunakan karburator. Hasilnya baik. Dari yang tadinya 1:6, sekarang bisa 1:12 - 1:15… Saya tidak menyuntikkan Hydrogen langsung ke Intake, tapi ditaruh di Air Filter, sedekat mungkin dengan lubang hisapnya…
Mungkin karena kedua mobil itu adalah mobil “Tua”, jadi sistem Injeksinya juga belum terlalu canggih, makanya berhasil. Dari Internet, yang bermasalah kalau dalam sistem Injeksi ada sensor Oksigen. Sensor itu mendeteksi bahwa Oksigen terlalu banyak (dari reactor, selain H2), sehingga “kran” bensin juga dibuka lebih besar. Hasilnya malah tambah boros…
@Fitra
Ide anda untuk mengkomersilkan sistem ini sangat baik. Saya dukung, terutama karena dengan semakin banyak yang menggunakan, semakin “bersih” udara dan lingkungan kita, dan menghemat BBM. Tapi untuk memproduksi dalam kuantitas yang besar, waktu saya tidak ada. Sekarang ini saya hanya iseng-iseng, mencoba mengaplikasikan ilmu yang didapat dari Internet, dan ternyata cukup berhasil.
Kalau saya bisa, saya yakin, pasti anda juga bisa membuatnya sendiri. Kenapa tidak mencoba membuatnya…??
@Handi Mulyanto
Selamat karena sudah berhasil, dan Terima Kasih testimoninya. Bisa jadi bukti untuk calon pengguna lainnya….
Hati-hati, jangan sampai motor “rebahan”, karena air bisa masuk ke dalam selang dan terisap ke ruang bakar…
Om ben, ada yang selama ini mengganjal di benak saya sebagai pertanyaan… kran stainless itu kan ada 2 kran, yang satu ditutup, itu gunanya untuk apa?? di ahasan lain katanya itu untuk mengatur tekanan di dalam bejana, apakah benar??, kemudian kran itu di bukanya kapan? apakah setelah elektrolisasi terjadi atau selalu dibuka? karena kalau harus menunggu proses terjadi, berarti setiap menghidupkan mesin harus buka kap mesin dong untuk membuka kran.
yang lainnya, menurut penjelasan om ben, pada putaran rendah biasa saja, namun pada putaran tinggi baru terasa, apa karena gas hydrogennya hanya lewat karburator?? di bahasan lain yang saya baca, slang itu di cabang 2, yang satunya ke intake manifold untuk putaran rendah dan satunya lewat carburator untuk putaran tinggi…
mohon di jawab ya…
makasih atas sharingnya… membantu banget nih buat masa sulit kayak sekarang….
ciaou….
pak kalo ini diaplikasikan pada kompor bisa gak ya???
Salam kenal om Ben..
Temenku tertarik dgn alat ini dan coba bikin tapi belum ada perubahan yang signifikan thd efisiensi bensin yang dipake. trus air dalam tabung juga cepet abis dan harus diisi ulang… vol tabung sendiri sekitar 1 ltr… idealnya untuk jarak tempuh berapa volume air 1 ltr itu baru habis dan apakah memang harus selalu diisi ulang… Kalau menrt perkiraan produksi hidrogennnya gak sempurna deh…soda kue diganti pake KOH (beli di toko bahan kimia) apa takarannya sama ya kalo dengan soda kue biasa? Alat dipasang di Honda Grand Civic tapi konsumsi bensin masih tetep sama dgn sebelumnya. Thanx atas jawabanya.
Salam kenal om Ben..
aku juga tertarik buat pasang d motorku.
aku baru rencana mau bikin reaktor hidrogennya. tapi ko belum juga jadi irit bbm ya om…..mohon petunjuknya. terima kasih
Salam kenal Om Benny,
Mau tanya om…kalo seandainya lilitannya ditambah lilitan kawat netral (tdk terhubung ke (+) atopun (-) ) diantara kawat (+) dan (-), kira2 ada pengaruhnya ga ya?
Soalnya saya baca yg di http://forum.detik.com/showthread.php?t=43365 kan ada plat netralnya tuh. Katanya bs ikut memproduksi gas HHO jg. CMIIW.
Thx b4.
om ben kemana yaa???? jangan2 hilang kayak joko sutrisno (penemu blue energy)???
@IRWAN
beda ah, kalo joko sutrisno mah mungkin menghilangnya untuk maen felm “Chain Reaction II” yang prekuelnya dibintangin keanu reeves itu =D
Bang ben (emang benyamin s?), kalo dari aspek safety nya gimana? mungkinkah ada potensi resiko kebocoran gas, potensi ledakan, dll? Berapa tekanan gas yang mungkin terjadi dan bagaimana jenis/kekuatan tabung yang aman?
Kalo ada teman-teman yang udah pernah menganalisa aspek safetynya dan bisa menyebutkan spesifikasi atau treatment tambahan untuk menjamin safetynya boleh dong share di sini
Aku dah bikin dari pipa PVC ukuran 2 dim utk spd motor,tarikanya menjadi yahui.pada mobil pake tempat air dari plastik yang bening.elemen dari stenlees bekas tiang infus dari gudang puskesmas sebelah.dipotong 5 cm 3 elemen ,utk spd motor 10 cm 5 elemen utk mobil.pake soda api dan air dari buangan AC.injak pedal gas dikit mbl spt terbang.blm dites effisiensi BBM krn belom gajian shg gk bisa keluar kota om.
Oom Benny, kemana nih kok gak muncul-2 ??
Bagaimana perkembangannya, apa sudah ada hal-2 yang bisa di sharring lagi disini? Saya denger-2 katanya ada problem waktu electrolytnya diganti dengan KOH, jadi panas..? Trus gimana apa sudah menemukan solusinya, dan hasil akhirnya terhadap penghematan bbm mobil bagaimana apa sudah proven…??
Cerita dong… masa trus ngilang sekian lama gitu… saya selalu setia ngikuti tulisan-2 oom Benny disini loh, jadi rasa kehilangan nih gak ada yang bisa buat nambah pengetahuan lagi…….
Sebenernya saya juga sudah mencoba buat alat seperti yang oom Benny bikin ini, tapi belum ketahuan nih manfaatnya di mobil, soalnya gak kerasa perbedaannya setelah dipasangi alat ini… mobil sudah enak tadinya jadi ya gak kerasa lebih enaknya dimana… kalau pemakaian bbm nya belum saya test, blum sempet.
Gimana kalo lubang pernafasan accu langsung dikasih slang trus masukin ke manifold karburator. Kayanya prinsipnya sama aja ama reaktor hidrogen. air accu diganti pake aquades bisa juga khan?, perasaan kalo nambah air accu pake aquades.
@Johnny Gudhel: Sorry, sorry… karena kesibukan saya di Divusi, oprek-oprekan ini jadi terlantar… Kemarin saya sudah mencoba beberapa cara, untuk menggantikan “Kabel Penghubung” dari tutup tabung ke kawat. Saya coba pake semacam Per, dan lain sebagainya. Hasilnya, Acrylic masih juga meleleh…
Sekarang ini saya sudah memindahkan Konektor Catu Daya dari Tutup Tabung ke samping. Jadi, tidak lagi perlu penghubung. Lilitan kawat langsung diikat dengan sekrup kuat-kuat…
Saya juga baru akan bereksperimen tentang seberapa banyak KOH yang paling optimal dilarutkan ke dalam air destilasi. Kalau sudah ada kemajuan, pasti akan saya posting…
@daday: Secara prinsip kerja sebenarnya memang hampir sama. Hanya saya tidak terlalu tau, gas apa saja yang dikeluarkan oleh Accu. Apakah memang Hidrogen dan Oksigen, atau ada gas-gas lainnya. Kalau pernah mencium/ menghirup uap yang dikeluarkan oleh Accu, pasti terasa “nyegak” (maaf, menggunakan bahasa Perancis), sangat menusuk hidung dan baunya seperti Sulfur.
Saya sudah nyoba alat ini di motor.
tapi problemnya,… kok gak ada gas coklat yang muncul ya??
Saya pakai campuran Soda Kue 1/4 sendok teh + air 300cc
Sayang saya gak bisa attach gambar disini ya?
Om ben bisa kasih solusi?
mas…….. benny apa sudah ada yang mencoba alat ini di medan. Kalau sudah ada dimana ya alamatnya, saya mau lihat langsung alatnya dan cara kerjanya kalau saya pikir ada manfaatnya kenapa tidak di coba ?
Kalau dengan sistem itu hasil yg di capai kurang maksimal dan sisitem vortex namanya tuh dah di tinggal lama di autralia sono. Kalau mo di jakarta perusahaan gw da buat yg bisa diliat di http://www.linadmultypollar.itrademarket.com / 021 91499472 / 021 5332307. tq
Mas Benny bagai mana pemasangan di mobil yg sistem EFI, tolong di kasih tahu dong, soalnya saya ngak ngerti mesin.
Kalau untuk mesin disel, apakah cukup di corong air filter yg paling deket dengan mesin atau ada cara lain.
untuk mesin bensin pasangnya di intake manifold ber samaan air filter atau cukup di manifoldnya saja.
Terima kasih.
Mobilku 3000 cc, kira-kira perlu dipasang berapa tabung ya? Boss…….kalo bikinin bisa ga?? ;-))
Bung Ben,
Ada 1 hal yang membuat saya penasaran lagi nih, sebenarnya apa gunanya KOH yg ditambahkan ke air tersebut ?
bukankan disebutkan diatas bahwa reaksi yg terjadi H-O-H menjadi H-H-O lalu menjadi H2 dan O2? lalu kemana unsur K nya ? kalau tdk keberatan tolong dijabarkan reaksinya. Lalu apakah jika tidak ditambahkan KOH reaksi tersebut (H2O menjadi H2 & O2) akan gagal ?
mohon infonya
Terima Kasih..
KOH dan NaOH cuma sebagai katalis. jika elektroleizer kita hub. langsung ke catu daya ( aki, ps dll). kita menghasilkan hidrogen juga PANAS. maka kita sebaiknya menggunakan PWM.
Mas Beni mesin bensin yang menggunakan ECU (computer) seperti INova itu harus di By pass lagi dengan rangkaian ELEKTRONIK.
Dari ECU ke sensor, ada kabel yang di potong untuk menyambung rangkaian elektronik tadi.kapan -kapan saya kasih tau rangkaian elektronik untuk menghasilkan GAS H2O dan rangkaian elektronik untuk memBY pass ECU dan sensor O2 melalui web saya.
bung Ben, saya juga lagi mencoba, tapi pakai plate di selang seling, seandainya hanya pakai air destilates (air suling saja tanpa soda kue) apa gas yang keluar adalah HHO ??
Saya pernah cona dengan soda kue, kemudian air campur garam, lalu gelembungnya kayak busa gitu lho, malah dalamnya jadi kotor dan tekanan gas kayak nggak ada gitu.
Please, ada yang bisa jawab, bung Ben or yang lain
Amin Cilegon
Mas Benny, saya sudah coba buat dari botol ex. indocafe dengan kawat stainles melingkar, di atas tutp botol saya pasang setelan untuk pengaturan udara sudah saya pasang di Isuzu Panther dengan keluaran HHO nya melalui Air filter yg paling dekat dengan mesin, yg berubah tarikan lebih enteng hanya penghematannya belum terasa.
yang saya mau tanya sama Mas Benny, apakah pemasangannya salah atau ada yang perlu dirubah, setelan pengatur udara diperlukan atau tidak? saya sudah pasang sebanyak 3 tabung.
mohon petunjuknya Terima kasih.
numpang tanya mas.
saya sudah membuat reaktor ini tetapi kok wayar + dan - panas?
kira2 apa yah masalahnya.
punya mas juga begitu ngak?
Mas Benn, langsung aja pertanyaan yah
1. Apa rumus kimianya soda kue ?
2. Air suling + katalis soda kue –> berwarna coklat, bagaimana dengan katalis KOH . . . . apakah akan coklat juga ? krn sy selalu pake KOH ( tapi tidak pernah berwarna coklat )
3. Tutup tabung bgn atas di lubangi kecil2 . . . . . Apakah tidak mempengaruhi hasil elektrolisa tsb ? ( H2 - O2 terbuang / tercampur udara luar lewat lubang kecil2 di tutup tabung tsb )
Tks atensi nya, sy pun sudah / sedang mencoba di szk karimun tapi belum pernah benar2 di hitung sejauh mana penghematannya.
salam
BuSet
saya sangat berminat akan alat ini khusus untuk kendaraan saya yang bahan bakarnya solar 2500 cc, apakah alat yang sudah jadi /siap pakai sudah ada di pasaran dan dimana saya bisa untuk mendapatkannya. apakah daerah beksi dan karaqang sudah ada yang menjualnya? Tolong beri saya alamtnya, trims
rekan-2
saya sudah mencoba juga
hasilnya lebih dari lumayan
biasanya Rp 50.000,- BBM dapat 50 km, setelah dipasang alat tsb, bisa dapet 70 km
Terima kasih
Salam
kalo boleh nih mas. Paketin saya alat yang sdh jd.ntar di transfer biayanya via rekening anda.kalo udah tau barangnya kan ndak perlu tanya lagi.bs langsung hub email sy.thank
@bambang pur: rekan-2
saya sudah mencoba juga
hasilnya lebih dari lumayan
biasanya Rp 50.000,- BBM dapat 50 km, setelah dipasang alat tsb, bisa dapet 70 km
Terima kasih
Salam
Wach, Alhamdulillah kalau begitu. Senang bisa menularkan sesuatu yang bermanfaat…
@ Nurhadiyono: coba kontak teman saya via http://www.reaktor-hidrogen.com
Mudah-mudahan mereka bisa membantu…
@ BuSet: 3. Tutup tabung bgn atas di lubangi kecil2 . . . . . Apakah tidak mempengaruhi hasil elektrolisa tsb ? ( H2 - O2 terbuang / tercampur udara luar lewat lubang kecil2 di tutup tabung tsb )
> Lubang-lubang itu berada di tutup bagian dalam, bukan bagian atas/ luar. Justru lubang-lubang itu untuk mengalirkan Hidrogen dari tabung ke “Ruang” antara yang berada di tutup tabung…
@ edison habara: Coba hubungi teman saya via http://www.reaktor-hidrogen.com. Mudah-mudahan mereka bisa membantu…
Man tereman pengguna kendaraan Diesel,
Terus terang saya belum punya pengalaman memasang alat tersebut di kendaraan ber mesin Diesel. Tapi kalau browsing di Internet, di luar negeri malah kebanyakan justru kendaraan Diesel yang menggunakan alat ini…
Mereka pasang di truck-truck raksasa. Jadi, harusnya tidak ada masalah kalau dipasang di mesin Diesel. Selamat bereksperimen…
Untuk berbagi pengalaman bagi pengguna diesel, saya sudah memasang di mobil panther 2001 sebanyak 6 tabung dgn elektroda pipa stainless dipasang seri 3-3, ditambah 1 tabung untuk pengaman supaya air tidak masuk mesin. Yang harus diperhatikan penempatan tabung (space ruang mesin sempit dan panas tinggi dikhawatirkan tabung meleleh). Untuk luar kota tanpa ac, 1 liter bisa 17,5 km (normal 13 km) tarikan pada gigi tinggi sangat terasa enteng, asap tidak kelihatan.
#74benny
> Lubang-lubang itu berada di tutup bagian dalam, bukan bagian atas/ luar. Justru lubang-lubang itu untuk mengalirkan Hidrogen dari tabung ke “Ruang” antara yang berada di tutup tabung…
ok, mas benn . . . udah ngerti kalo ternyata tutup nya terdiri dari 2 sekat ( berongga ) dan lubang tsb utk mengalirkan hidrogen hasil oksidasi . . . . . tapi di alat tersebut sy tdk menemukan lubang udara pernafasan ( ekstrim nya sih kalo tabung tsb kedap udara dan kebutuhan pasokan udara ke mesin semakin besar ) maka tabung akan penyot / kempot ( bhs sunda na mah ) . . . . . . dan kelamaan, aer pasti akan tersedot . . . . . . bagaimana ?
sorry yah . . . agak bawel
ada yg bilang kalo pake elektroda yg mengandung nikel (kayak sendok garpu dirumah) jauh lebih baik? ada yg udah nyoba….???
@toto: Wach, terima kasih sharingnya Pak/ Maz… Jadi ada pengalaman yang masang di mesin diesel. BTW, itu 6 tabung ukuran berapa liter (kira-kira)…? Koq banyak bener…?? Saya pasang di Mercedes 3.200 Cc, pake tabung berukuran sekitar 2.5 liter, sudah memadai. Elektroda tetap Kawat SS.
@BuSet: dulu saya sempat buat lubang kecil yang ceritanya untuk pernafasan. Tapi ternyata malah bikin masalah. Air campuran itu merembes keluar dan merusak plat-plat di sekelilingnya. Perlu diingat, air itu korosif lho, tidak baik untuk besi…
Sejak itu lubang saya tutup. Memang terkesan jadi “Vacum”. Tapi kenyataannya nggak tuch. Mungkin karena tutupnya tidak terlalu rapat, atau mungkin karena Hydrogen yang dihasilkan itu bertekanan, sehingga tekanan di dalam tabung tidak negatif. Belum sempat saya perhatikan lebih jauh. Yang jelas, tidak kesulitan pada waktu ingin membuka tutupnya. Kalau benar vacum, tentunya tutup akan susah dibuka.
dimana saya bisa pesan alat ini dan berapa biayanya??
Trims banyak pak atas bantuan nya. Generatornya dah jadi kabel udah ga panas serta gasnya udah ga terlalu deras keluarnya tp blm ada waktu unt masang maklum sibuk. Salam Sukses
Rekan-2
Kalau percobaan pertama dilakukan di Bandung, saya coba lagi untuk perjalanan jarak jauh di NAD, Jeuram-Takengon-Bireun-Pidie-Meulaboh-Jeuram. Melewati pegunungan Sumatera dengan kondisi jalan yang sebagian tidak bagus dan naik turun.
Hasilnya masih lebih dari lumayan. Kalo biasanya isi bensin 4 kali, kali ini hanya 3 kali.
Bulan depat saya coba untuk kendaraan travel Meulaboh-Medan, untuk mobil Kijang diesel, Kijang Bensin dan L-300 diesel.
Pemakaian BBM mereka sangat terukur, Rp 350.000,- untuk diesel dan Rp 450.000,- untuk bensin.
Kalau hasilnya oke, Insya Allah pak Nur saya kabari dan saya kirim barangnya.
Terima kasih
Salam
Bambang Pur
Benny…
saya sudah coba pasangkan generator pada mobil panther dengan menggunakan 10 amper saat itu memang sudah kelihatan air nya berbusa banyak tetapi tidak lama kemudian kira kira 3 menit bahan acrilick nya meleleh / sehingga kutub anoda dan katoda didalam tabung jadi bersentuhan dan tutup tabungnya jadi hangus karena kepanasan
mohon bantuannya apa yang harus dilakukan untuk kasus tersebut.
salam
BJ
saya tertarik pingin coba-coba bikin reaktor hidrogen, yang ingin saya tanyakan adalah : 1. ukuran (vol tabung 2. vol air yang dimasukkan 3. ukuran kawat yang digunakan 4. jumlah lilitan n jarak lubang satu dg lubang lilitan yg lain. terima kasih atas informasinya.
Pecinta lingkungan di bumi (bukan planet lain)
Saya udah pakai reaktor hidrogen yg dibeli dari psr minggu dkt RS.SIaga. (300 ribu, tapi harus rakit sendiri). terus dicoba di Kijang Kotak th.86. performa mesin naik, emisi drop, tenaga OK. Pengiritan belum teruji, karena tergantung cara nyetir, ukuran spuyer, dan stelan karburator. Lumayan lah buat ngurangi polusi.
Dear all,
maaf, saya mau tanya sedikit nih …
sebenernya soda kue yg dimaksud tuh harus KOH ato Soda kue yg lain bisa ? soalnya pernah sekali wkt nanya ama toko kimia “soda kue” malah dikasi Kalium Bikarbonat klo ga salah… yg jelas bukan KOH… jd klo menurut orang toko kimia itu KOH tu bukan soda kue … jd yg mana yg bener ? apa “soda kue” yg asli versi toko kimia itu bisa jg dipakai ?
mohon pencerahan, thx
wah siiiiiiiiip bnget,bang alatnya.!!!!!!!
bang mau tanya kalo elektroda yang tahan lama buat alat ini apaan bang??? soalnya saya kmarin2 bikin tapi gampang bnget karatannya!!!
coba di liat di http://www.linadmultypollar.itrademarket.com, telah hadir tuh Radio Frekuensi Generatot yg bisa jalanin HG lilitan dan plat dan ga usah pake katalisnya lagi dan bila pakai air tanah mah tetep pakai katalis (mineral=KOH, soda kue dll) / tel 0215332307 untuk info lebih lanjutnya. tx
Dear All,
Saya sedang mencoba buat sendiri dari tabung lock & lock & sebagai cairan saya pakai air murni ditambah NaOH. Elektroda pakai kawat stainless diameter 1mm masing2 sepanjang 7 meter. Pada saat dialiri listrik terlihat ada gelembung2 gas yg kemudian dialirkan ke manifold.
Namun RPM tidak ada tanda2 naik. Mau nanya dimanakah kesalahannya?
Apakah Energi listrik yg dibutuhkan untuk mengurai H2O=>H2 + O2 sama besarnya dengan Energi yg dihasilkan oleh pembakaran H2 dengan O2 sehingga tidak ada penambahan tenaga. Mungkin pembakarannya yg lebih bersih tapi tidak ada penambahan tenaga.
Mohon bantuannya.
Terima kasih.
@Tirta: Soda kue dan KOH itu dua zat kimia yang berbeda. Tapi keduanya bisa berfungsi sebagai Katalisator dalam “Reaktor Hydrogen” ini. Soda Kue (=Kalium BiKarbonat, bahasa kimianya) lebih mudah diperoleh karena dijual di mana-mana, tetapi hasilnya kurang maksimal, dan ada endapan. Makanya kemudian disarankan untuk menggunakan KOH.
@Ophiq: Paling tidak, kita berusaha mengurangi polusi dan Global Warming dengan mengurangi emisi. Kalau dapat tenaga lebih dan (mudah-mudahan) lebih irit, itu bonus. Mari kita lakukan yang terbaik bagi bumi kita, mulai dari diri kita sendiri…
@Bung John: Kemungkinan konsentrasi larutannya terlalu pekat, sehingga Daya Listrik (Ampere) yang digunakan juga besar, makanya timbul panas dan membuat acrylic meleleh. Dari pengalaman, cukup seujung sendok teh KOH untuk 1 liter air destilasi. Itu saja sudah mengambil daya sebesar 5 Ampere. Mudah-mudahan nggak kapok, dicoba lagi Pak…
@Syafei: tabung yang saya gunakan volumenya kurang lebih 1 liter. Untuk ukuran kawat, saya menggunakan yang 1.5mm, dengan jarak antara satu kawat dengan kawat lainnya 1 cm. Untuk jumlah lilitan, tidak ditentukan. Semakin banyak dan rapat seharusnya semakin baik. Hanya perlu hati-hati jangan sampai antara satu kawat dengan lainnya saling bersinggungan… Selamat bereksperimen…
pak Benny,
Di bengkel mana tersedia pemasangan plus garansi/asuransi kalau di Jakarta? Bengkel Mobil dan Motor?
Kalo Mau Beli Gas HYdrogen itu Dimana Ya mohon Bantuannya
Pak, bagaimana untuk mobil yang sudah menggunakan O2 sensor? sehingga bisa menyebabkan bensin bertambah boros?
Selamat om Ben.
Saya mau sharing aja bahwa pada web water4 gas, air dapat dipakai sebagai bahan bakar penuh tanpa bbm, tetapi memerlukan pengaturan yang lebih baik/rumit. Masalah lain yang timbul adalah korosi yang akan menyerang bagian-bagian dalam mesin, sehingga diperlukan modifikasi mesin yang tidak murah. Kesimpulannya, cara cara diatas adalah yang terbaik/termurah/tersederhana. Sayangnya saya pernah mencoba dengan hasil yang tidak significant karena kesibukan saya yang lain. Lain kali akan saya coba lagi.
Salam