FreSh’s Technopreneur
Feb 2nd, 2009 by naryo
FreSh (Freedom of Sharing) merupakan acara pertemuan bulanan yang diprakarsai oleh Pitra Satvika dan Catur PW dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk saling berbagi pengalaman, motivasi dan ide dalam dunia IT, industri Creative, Multimedia dan sebagainya. FreSh kali ini merupakan yang ke-enam setelah sebelumnya dilaksanakan di berbagai tempat berbeda di wilayah Jakarta. Setiap bulannya FreSh dihadiri oleh rata-rata 30-50 orang. Divusi sendiri mengirim satu orang perwakilan untuk menghadiri acara ini.
Pada hari Kamis, 29 Januari 2009 yang lalu FreSh digelar di restoran Es Teler 77 Kebayoran Baru dengan menghadirkan pembicara Bullit Sesariza (A-Box), Yoris Sebastian (OMG), M. Ilman Akbar dan Kuncoro Wastuwibowo. Acara kali ini disponsori oleh Indopacific Edelman yang bergerak di bidang Creative Marketing.
Sebagai pembicara pertama adalah Bullit yang membawakan materi Games Development. Beliau menceritakan perkembangan industri games di Indonesia dan strategi pembuatannya. Lulusan Arsitektur Unpar ini berkolaborasi dengan pihak lainnya dalam hal programming dan desain visual kreatif games yang akan dibuat. Satu hal yang perlu diingat, yaitu pembuat games harus memiliki ‘Passion’ bahwa semua orang adalah gamers.
Setelah itu tampil Yoris Sebastian yang mempresentasikan materi “Technopreneur”. Technopreneur merupakan singkatan dari kata Technology dan Entrepreneur yang bermakna pengusaha yang melakukan bisnis di bidang teknologi atau dengan memanfaatkan teknologi khususnya IT. Seseorang dapat menjadi technopreneur dengan syarat memiliki jiwa kreatif, inovatif dan konsisten serta berkolaborasi dengan yang lain. Yoris juga mengungkapkan bahwa ada beberapa situs online yang dibuat secara kreatif untuk memenuhi keperluan komersial. Contohnya “dr.m” yang diciptakan untuk memasarkan musik secara digital di Indonesia.
Pembicara selanjutnya adalah Kuncoro Wastuwibowo (http://kun.co.ro). Beliau membawakan presentasi mengenai Service Delivery Platform (SDP). Teknologi maju setingkat dengan UMTS dan IMS. Di Indonesia sendiri, teknologi HSDPA dan Broadband sangat populer di masyarakat umum.
Acara FreSh diakhiri dengan presentasi dari Ilman Akbar mengenai hal-hal yang diperoleh dari event Wordcamp Indonesia bersama Matt Mullenweg, pendiri WordPress. Kemudian ditutup dengan beberapa kesimpulan oleh Ramya yang salah satunya adalah “Creativity is the Key”. Setelah itu, diwarnai dengan foto-foto bersama peserta FreSh malam itu yang mencapai jumlah 70 orang dari 136 orang yang sudah konfirm.





Ide acara yang bagus mas..